Sabtu, 05 November 2011

Merawat Vagina Agar Tetap Sehat

Salah satu bagian pada diri wanita
yang kerap kali terlupakan dalam
perawatan yaitu vagina. Atau
apakah karena bagian ini selalu
tertutupi sehingga kita
mengabaikannya? Padahal, vagina
memiliki potensi berawalnya
penyakit dapat bersarang di tubuh kita, karena letaknya yang
berdekatan dengan anus. Maka
dari itu, perlunya menjaga kebersihan vagina dengan
perawatan yang baik.
Tidak ada salahnya jika perhatian
khusus diberikan pada bagian
sensitif perempuan, dengan
mencoba langkah-langkah sebagai berikut:

1. Ketika Membasuh Vagina Sehabis Buang Air Kecil atau Buang Air Besar
Cara membasuh vagina yang tepat adalah dengan menyiramkan air dari arah depan vagina ke belakang anus dan bukan sebaliknya, lalu keringkan Miss V dengan handuk lembut atau tissu agar tidak basah.
2. Pilihlah Cairan Pembersih yang
Tepat Pemilihan cairan pembersih juga harus diperhatikan dengan
memilih pembersih khusus vagina
yang kadar pH-nya 3-4 (bisa
dibaca pada kemasan botolnya).
Dan yang terpenting hindarilah
pembersih vagina dengan kadar
pH yang tinggi karena akan
mengakibatkan kulit kelamin
menjadi keriput dan mematikan
bakteri baik yang mendiami
vagina.
3. Melakukan Pemeriksaan Rutin
Pada Wilayah Miss V.
Pemeriksaan rutin juga perlu
dilakukan setiap saat agar bila
terjadi infeksi dapat segera
diketahui. Tanda-tanda bisa
dideteksi bila terjadi perubahan
warna di daerah sekitar Miss v
(menjadi lebih merah) dan kerap
kali disertai bau yang kurang
sedap juga rasa gatal. Bila hal itu
terjadi segeralah berkonsultasi
pada ahli obstetri-ginekologi atau
dokter ahli kulit dan kelamin.
4. Pemilihan Bahan Katun Untuk
Celana Dalam Memilih bahan pada celana dalam sebaiknya mengunakan bahan
Katun karena katun dapat
menyerap keringat dengan baik.
Dan usahakan untuk menghindari
bahan seperti nilon, karena bahan
nilon memilki sifat panas yang
dapat menimbulkan kelembapan
yang berlebih dan bisa berakibat
tumbuhnya jamur dan patogen di
wilayah vagina.
5. Hindari Memakai Bedak Pada
Vagina
Partikel halus yang terkadung
pada bedak mudah sekali terselip
didalam vagina dan bisa
mengakibatkan timbulnya jamur
di area sensitif itu.
6. Jangan Mengenakan Celana atau Jeans Yang Terlalu Ketat.
Keringat merupakan
“santapan nikmat” bagi jamur di area vagina,
maka dari itu hindarilah memakai
celana yang terlalu ketat. Jika
memanga ingin mengenakan
celana ketat, usahakan untuk tidak memakainya seharian dan
segeralah ganti pakaian yang
longgar setibanya di rumah.
7. Penggunaan Pantyliner
Penggunaan pantyliner setiap hari
sangat tidak dianjurkan karena
selain dapat menimbulkan jamur,
juga bisa menghalangi sirkulasi
udara pada daerah vagina. Bila
terpaksa menggunakan, sebaiknya pantyliner diganti setiap habis buang air kecil atau buang air besar.
8. Pemilihan Pembalut yang Tepat
Dalam pemilihan pembalut,
sebaiknya pilihlah pembalut
yangberdaya serap tinggi dan
permukaan yang lembut, agar
dapat mengurangi iritasi pada
daerah kulit vagina. Dan yang
terpenting hindari pembalut yang
mengandung wangi-wangian
karena bagi yang berkulit sensitif,
zat kimia yang terkandung di
dalamnya akan membuat vagina
jadi gatal dan iritasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar